Tugas Etika Profesi Akuntansi

Kasus Korupsi Pertamina Energy Trading Limited (Petral)

Kasus korupsi di Pertamina Energy Trading Limited (Petral), anak perusahaan Pertamina merugikan negara sebanyak US$ 8 juta. Kasus ini terjadi pada tahun 2002, ketika Petral sebagai anak perusahaan PT Pertamina mengambil spesialisasi ekspor dan impor minyak serta produk BBM yang berbasis di pusat perdagangan minyak Singapura.

Kasus ini bermula ketika Petral harus menyediakan dana jaminan L/C senilai US$ 9 juta di Credit Suisse Bank Singapura. Kerja sama jual beli BBM dan minyak mentah dalam bentuk transaksi derivatif ini dilakukan selama enam bulan. Dalam jangka waktu itu, terjadi penguatan kurs rupiah terhadap dollar Amerika. Hasilnya terdapat selisih dana yang seharusnya dikembalikan kepada Petral justru diberikan kepada produsen BBM Singapura melalui pemalsuan tanda tangan direksi Petral.

Perusahaan ini kerap diberitakan sebagai pihak ketiga dalam proses pengadaan minyak. Pihak ketiga inilah yang membocorkan informasi pengadaan minyak, memunculkan perhitungan harga, dan mengatur tender. Sebelum disampaikan kepada tender, pihak ketiga tersebut menyampaikan informasinya terlebih dahulu kepada jaringannya.

Review Kasus Petral :

1. Auditor : KAP Kordhamentha (auditor asal Australia)

2. Jenis Audit : Audit Forensik (pendeteksian kemungkinan risiko terjadinya kecurangan di dalam maupun di luar sistem secara komprehensif).

3. Prosedur Audit :

  • Identifikasi masalah.

Auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang akan dibahas. Pemahaman tersebut bertujuan untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan pada sasaran yang tepat.

  • Pembicaraan dengan klien.

Pembahasan bersama klien terkait lingkup, kriteria, metodologi audit, limitasi, dan jangka waktu.

  • Pemeriksaan Pendahuluan.

Auditor melakukan pengumpulan data menggunakan 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, how much).

  • Pengembangan rencana dan pemeriksaan.

Auditor menyusun dokumentasi kasus yang akan dihadapi beserta tujuan audit, prosedur, pelaksanaan audit, dan tugas individu dalam tim.

  • Pemeriksaan lanjutan.

Auditor melakukan pengumpulan bukti serta melakukan analisa terhadap bukti tersebut. Selanjutnya, auditor akan menjalankan teknik auditnya guna mengidentifikasi dan meyakinkan adanya fraud beserta pelaku fraud tersebut.

  • Penyusunan Laporan.

Dalam laporan ini, ada 3 poin yang harus diungkapkan, yaitu :

  • Kondisi, yaitu kondisi yang terjadi di lapangan atau kejadian sebenarnya.
  • Kriteria, yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, maka akan dijadikan sebagai temuan audit.
  • Simpulan, yaitu kesimpulan atas audit yang telah dilakukan. Biasanya mencakup sebab fraud serta penjelasan detail mengenai fraud.

4. Kesimpulan

Hasil audit Petral selama periode Januari 2012 hingga Mei 2015 hanya menemukan adanya penyimpangan dalam proses operasional perusahaan. Masalah itu berhulu dari perubahan kebijakan pimpinan Pertamina pada tahun 2012, yaitu pembelian minyak mentah dan produk minyak secara langsung dari perusahaan migas nasional (NOC) dan pemilik kilang. Kebijakan ini menimbulkan potensi inefisiensi dari sisi nilai dan volume. Potensi inefisiensi ini dapat terjadi dikarenakan adanya penambahan rantai suplai sehingga harga menjadi lebih mahal.

Ada tiga faktor penyebab inefisiensi tersebut. Pertama, kebijakan Petral dalam proses pengadaan, mulai dari penentuan harga, volume, dan pemilihan NOC yang tidak kompetitif. Kedua, kebocoran informasi rahasia. Ketiga, pengaruh pihak eksternal dalam proses bisnis Petral, seperti pemilihan mitra tak langsung dan proses negosiasi term and condition.

Dalam hasil auditnya, auditor tidak menyebutkan secara spesifik apakah keterlibatan pihak eksternal tersebut adalah mafia migas atau bukan. Selain itu hasil audit tersebut tidak menemukan bukti keterlibatan direksi lama perusahaan.

Dalam kasus ini, KAP Kordhamentha telah melakukan audit sesuai dengan kode etik akuntan yang antara lain :

  • Tanggung jawab profesi

Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai professional, KAP Kordhamentha menggunakan banyak pertimbangan atas penyelidikan terhadap kasus tersebut.

  • Kepentingan publik

KAP Kordhamentha sangat menghormati kepercayaan publik dengan menjelaskan penyebab-penyebab terhadap penyimpangan yang dilakukan pihak Petral.

  • Obyektivitas

Segala hasil audit yang ditemukan KAP Kordhamentha, bebas dari benturan kepentingan pihak eksternal maupun internal perusahaan.

  • Kompetensi dan kehati-hatian professional

Segala kegiatan yang dilakukan KAP Kordhamentha dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian serta mempertahankan pengetahuan pada tingkat yang diperlukan sebelum memastikan suatu hal.

  • Kerahasiaan

KAP Kordhamentha perlu mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum mengungkapkan informasi kepada publik.

  1. Temuan Audit

Berdasarkan temuan lembaga auditor KordhaMentha, jaringan mafia minyak dan gas (migas) telah menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tiga tahun. Adapun 3 poin utama yang berkaitan dengan temuan tersebut antara lain :

  1. Dalam dokumentasi Petral, diketahui bahwa pihak ketiga berperan dari mulai mengatur tender hingga memunculkan harga dari hasil hitungan sendiri.
  2. Pihak ketiga tersebut berhasil mempengaruhi personil di PES untuk memuluskan aksi mereka dalam upaya mengatur tender dan harga.
  3. Akibat dari ikut campurnya pihak ketiga tersebut, Petral dan Pertamina tidak memperoleh harga terbaik ketika melakukan pengadaan minyak maupun jual beli produk BBM.

(AYU, SS-UG, 4EB17)

Sumber artikel :

  1. http://www.merdeka.com/uang/bpk-kaji-audit-ulang-petral.html
  2. http://news.merahputih.com/keuangan/2015/11/08/bpk-ungkap-keterlibatan-pihak-ketiga-di-balik-kasus-petral/32195/
  3. http://www.gresnews.com/berita/ekonomi/2001511-mengusut-tuntas-kasus-petral/0/
  4. http://www.tempo.co/read/fokus/2015/11/11/3280/audit-forensik-petral-mafia-migas-keruk-rp-250-triliun
  5. http://katadata.co.id/telaah/2015/11/18/audit-petral-tak-temukan-bukti-korupsi-dan-keterlibatan-mafia-migas

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s