Manajemen Risiko Keuangan – Akuntansi Internasional

Nama              : Ayu Mutiah Khomsiatun

NPM               : 28212045

Kelas               : 4EB17

Mata Kuliah  : Akuntansi Internasional #

 

  1. Definisi Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. Adapun strategi yang dapat diambil adalah dengan memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif dari risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

Objek dari manajemen risiko adalah untuk mencapai keseimbangan antara pengurangan risiko dan biaya, sehingga standar yang digunakan tepat untuk menilai kinerja aktual.

  1. Tujuan Manajemen Risiko Keuangan

Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Hal yang perlu dipertimbangkan akuntan manajemen dalam mempertimbangkan risiko lain yang mungkin timbul antara lain:

  • Risiko likuiditas : risiko yang timbul karena tidak semua produk manajemen risiko keuangan dapat diperdagangkan secara bebas.
  • Diskontinuitas pasar : mengacu pada risiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap.
  • Risiko kredit : risiko yang memungkinkan pihak lawan tidak dapat memenuhi kewajibannya.
  • Risiko regulasi : risiko yang timbul karena pihak otoritas publik melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu.
  • Risiko pajak : risiko yang terjadi saat tidak memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan.
  • Risiko akuntansi : risiko ketika suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat sebagai bagian dari transaksi yang hendak dilindung nilai.
  1. Pentingnya Manajemen Risiko Keuangan
  • Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat menunjukkan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan risiko keuangan.
  • Adanya harapan yang besar dari investor pihak-pihak berkepentingan lainnya agar manajer keuangan mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko pasar yang dihadapi secara aktif.
  1. Peranan Akuntansi dalam Manajemen Risiko Keuangan

Akuntansi manajemen membantu mengenali risiko pasar yang mungkin terjadi, mengukur trade-off yang berhubungan dengan strategi alternatif untuk merespon suatu risiko, mengukur peluang suatu perusahaan terhadap risiko-risiko tertentu, memberi penjelasan atas produk-produk pencegahan risiko, dan menilai keefektifan program pencegahan risiko. Adapun peran akuntansi dalam manajemen antara lain:

  • Menilai/Identifikasi Risiko Pasar

Kerangka dasar yang bermanfaat untuk mengidentifikasi berbagai jenis risiko market yang berpotensi dapat disebut sebagai pemetaan risiko. Kerangka ini diawali dengan adanya pengamatan atas hubungan berbagai risiko pasar terhadap pemicu nilai suatu perusahaan dan pesaingnya. Istilah pemicu nilai mengacu pada kondisi keuangan dan pos-pos kinerja operasi keuangan utama yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Risiko pasar sendiri mencakup risiko kurs valuta asing dan suku bunga, serta risiko harga komoditas dan ekuitas.

  • Mengukur Trade-off

Seorang akuntan akan mengukur keuntungan dari pencegahan risiko dan biaya yang dikeluarkan, juga biaya-biaya dan keuntungan terdahulu dengan cara mengamati pergerakan pasar.

  • Manajemen Risiko di Dunia dengan Nilai Tukar Mengambang

Dalam dunia kurs mengambang, tugas manajemen risiko mencakup:

  1. Mengantisipasi pergerakan kurs;
  2. Mengukur risiko kurs valuta asing yang dihadapi perusahaan;
  3. Merancang strategi perlindungan yang memadai;
  4. Membuat pengendalian manajemen risiko internal.
  • Meramalkan Perubahan Nilai Tukar (Kurs)

Dalam mengembangkan program manajemen risiko nilai tukar, manajer keuangan harus memliki informasi mengenai kemungkinan perubahan kurs. Dengan menyadari prospek kurs sebelumnya, manajemen keuangan diharapkan dapat menyusun ukuran-ukuran yang lebih efisien dan efektif. Jika peramalan kurs tidak mungkin atau terlalu mahal untuk dilakukan, maka manajer keuangan dan akuntan harus mengatur masalah-masalah perusahaan mereka sedemikian rupa untuk meminimalkan pengaruh buruk perubahan kurs. Informasi yang sering kali digunakan dalam membuat peramalan kurs berkaitan dengan perubahan dalam faktor-faktor berikut ini:

  1. Perbedaan inflasi;
  2. Kebijakan moneter;
  3. Neraca perdagangan;
  4. Neraca pembayaran;
  5. Cadangan moneter dan kapasitas utang luar negeri;
  6. Anggaran negara;
  7. Kurs forward;
  8. Kurs tidak resmi;
  9. Perilaku mata uang terkait;
  10. Perbedaan suku bunga;
  11. Harga opsi ekuitas luar negeri.
  • Mendefinisikan dan Menghitung Risiko Translasi dan Menghitung Risiko Transaksi.

Potensi terhadap risiko valuta asing timbul apabila perubahan kurs valas juga mengubah nilai aktiva bersih, laba, dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntansi tradisional terhadap potensi risiko valas berpusat pada dua jenis potensi risiko, yaitu translasi dan transaksi.

  1. Potensi risiko translasi : Potensi yang mengukur perubahan kurs valas terhadap nilai ekuivalen mata uang domestik atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang dimiliki oleh perusahaan.
  2. Potensi risiko transaksi : Potensi yang berkaitan dengan keuntungan dan kerugian nilai tukar valuta asing yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan memiliki dampak langsung terhadap arus kas.
  • Mengetahui Strategi Perlindungan Nilai Tukar dan Perlakuan Akuntansi yang Diperlukan

1. Strategi perlindungan

  • Lindung nilai neraca : mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan dalam menyesuaikan tingkatan dan nilai denominasi moneter aktiva dan kewajiban perusahaan.
  • Lindung nilai operasional : perlindungan risiko yang berfokus pada variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan dan beban dalam mata uang asing.
  • Lindung nilai struktural : mencakup relokasi tempat manufaktur untuk mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan.
  • Lindung nilai kontraktural : memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para manajer dalam mengelola potensi risiko valuta asing yang dihadapi.

2. Akuntansi untuk produk lindung nilai

Merupakan kontrak atau instrumen keuangan yang memungkinkan penggunaannya untuk meminimalkan, menghilangkan, atau mengalihkan risiko pasar kepada pihak lain. Produk ini mencakup antara lain:

  • Contract forward valas : perjanjian untuk mengirimkan atau menerima jumlah mata uang tertentu yang dipertukarkan dengan mata uang domestik pada suatu tanggal di masa yang akan datang berdasarkan kurs tetap.
  • Future keuangan : komitmen untuk membeli atau menyerahkan sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang sudah ditentukan.
  • Opsi mata uang : memberikan hak kepada pembeli untuk membeli atau menjual suatu mata uang dari pihak penjual berdasarkan harga tertentu pada atau sebelum tanggal kadaluarsa yang telah ditentukan.
  • Swap mata uang : perjanjian pertukaran saat ini dan di masa depan atas dua mata uang yang berbeda berdasarkan kurs yang telah ditetapkan.

3. Perlakuan Akuntansi

FASB menerbitkan FAS no. 133 yang diklarifikasi melalui FAS 149 pada bulan April 2003 untuk memberikan pendekatan tunggal yang komprehensif atas akuntansi untuk transaksi derivatif dan lindung nilai. Revisi IFRS no. 39 untuk pertama kalinya berisi panduan yang universal terhadap akuntansi untuk derivatif keuangan.

  • Berspekulasi dalam mata uang asing : perlakuan akuntansi didasarkan pada sifat aktivitas lindung nilai yaitu apakah derivatif melindungi nilai komitmen perusahaan, transaksi yang akan terjadi, investasi bersih pada operasi luar negeri, dan sebagainya.
  • Pengungkapan : pengungkapan yang diwajibkan oleh FAS 133 dan IAS 39 setidaknya telah menyelesaikan beberapa masalah berikut:
  • Tujuan dan strategi manajemen risiko untuk melakukan transaksi lindung nilai;
  • Deskripsi pos-pos lindung nilai;
  • Identifikasi risiko pasar dari pos-pos lindung nilai;
  • Deskripsi instrumen lindung nilai;
  • Jumlah yang tidak dimasukkan dalam penilaian efektivitas lindung nilai;
  • Justifikasi awal bahwa hubungan lindung nilai tersebut akan sangat efektif untuk meminimalkan risiko pasar;
  • Penilaian berjalan mengenai efektivitas lindung nilai aktual dari seluruh derivatif yang digunakan selama periode berjalan.

 

  1. Daftar Pustaka

 

Choi, Frederick D.S and Gary K. Meek. 2010. Internationa; Accounting. Buku 2. Jakarta: Salemba Empat.

 

Maulana, Fajar. “Manajemen Risiko Keuangan”. 15 Mei 2016. https://fajar09jr.wordpress.com/2016/05/15/manajemen-risiko-keuangan/

 

Frita, Pipit. “Manajemen Resiko Keuangan”. 11 April 2013. https://pipitfrita.wordpress.com/2013/04/11/manajemen-resiko-keuangan/

Edwards, Timothy. “BAB 11 Manajemen Risiko Keuangan”. 22 September 2013. https://www.scribd.com/doc/169966202/BAB-11-Manajemen-Risiko-Keuangan.

 

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s